tunu family trip

tunu family trip

Last post 2013

Good bye 2013, and welcome 2014..

Thank you Allah for the very spectacular year, this year :)

Kos Merah Prapatan, Balikpapan, 31 December 2013 10.58 PM

Informal Technical Forum

Di perusahaan tempat saya bekerja, setiap hari kamis minggu kedua dan keempat, diselenggarakan Informal Technical Session atau bahasa kerennya ITF. Formatnya adalah presentasi diskusi informal yang dihadiri oleh personel di seluruh divisi. Presenternya berganti-ganti tergantung tema yang dibawakan. Kadang Head Dept, kadang personel asset tertentu,  new employee, bahkan mahasiswa tesis. Nah, di penghujung tahun 2013 ini, kebetulan saya yang diminta presentasi.

Saya presentasi tentang topik probation saya kemarin. Gak banyak yang saya ubah karena selain karena topiknya sudah sangat spesifik, saya juga lumayan sibuk. *halah..

Presentasi 20 menit plus tanya jawab berjalan dengan lancar, plus dengan bantuan Mba Yufa tentunya. hehe..Di akhir presentasi, saya gantian memberikan pertanyaan tertentu yang berhadiah souvenir ITF. 

Yah, meskipun temanya ringan, saya senang bisa berkontribusi ke perusahaan dengan presentasi di ITF. Cayoo

Memento sebagai presenter:

Alliance Francais (AF)

Sudah 3 bulan belajar bahasa perancis, kini saatnya terima raport. Wait, raport? saya salah denger? haha..tidak..Ya, di les bahasa perancis yang saya ikuti, memang ada istilah raport untuk laporan apakah si murid “naik kelas” atau tidak. Hal ini wajar karena memang les bahasa perancis punya tingkat tertentu sesuai kecakapan . Ga seperti bahasa inggris yang ga ada tingkatannya, di AF ada tinggat dari A1.1, A1.2, dst. Nah kebetulan karena saya baru ikut, jadi saya masih di A1.1. hehe..

3 bulan belajar dan evaluasi, saya akhirnya naik ke tingkat selanjutnya yakni A1.2. Ya meskipun gak ngerti-ngerti banget, tapi lumayan lah agak ngerti dikit. hehe. Term selanjutnya akan mulai Januari 2014. Tetap semangat mengejar DELF yaaa (DELF: sertifikat kecakapan bahasa perancis).

Nah, untuk merayakan naik kelas, saya dan teman-teman syukuran di Zafferano Pizza Balcony City bersama sang guru Monsieur Dimas,

post-probation celebration

Seperti layaknya tradisi di departemen saya, setiap new employee yang lulus dari 3 bulan probation yang melelahkan, ada prosesi syukuran atau makan-makan. Dan setelah 2 bulan lamanya sejak saya lulus probation, saya baru bisa ngajak makan-makan rekan kerja se-departemen :)

Kolaborasi dengan Mba Icha yang juga baru pindah dari Asset lain, kami makan-makan di Kafe Betawi, Balcony City. 

Now, it’s officially :D

Terima kasih untuk bantuan semua rekan-rekan di periode probation saya. Banyak merepotkan dan bertanya ini itu dan semua membantu dengan sangat baik. 

Special thanks untuk mentor terbaik Mas Anton atas semua arahan dan bimbingan selama masa probation, head Service terbaik Pak Jose atas masukan-masukan supernya, head dept Pak Bayu, team Study Mas Tuta dan Mba Yufa untuk semua pengajaran yg diberikan,serta semua rekan-rekan yang lain: Mas Wahyu, Mas Shinto, Mas Anto, Mas Dodhy, Mba Icha, Mba Widuri, Mas Rully, Mas Habib, Mas Effendy, Mas Andar, Loriane, Mas Andi, Bima, Mas Andrian, Puti, Anggi, Asmoro, Mas Whisnu, Mas Putra, Pak Noel, Romain, Bang Ipon, Benjamin, Mas Didiek, Mas Rahmad, Mas Afif, Mas Delint, Mas Afiff, Pak Erick, Pak Nicolas, Mas Andrew, Mba Nurul. 

Thanks All :)

New Family: TUNU

image

Tunu in white :) Happy Holiday all..

*foto ini diambil seminggu sebelum musim cuti desember tiba. Temanya adalah lovely white :)

new nest: prapatan

Salah satu fase peralihan yang paling esensial dalam hidup adalah : cari rumah. Gampang-gampang susah, seperti cari pacar. Chemistry harus ada. Kenyamanan begitu mahal harganya. Dan inilah harga yang kita bayar.

Nggak kerasa, 3.5 bulan on-probation-period-employee di Balikpapan dan waktunya buat saya cari ‘rumah’ sendiri. Sebelumnya, saya ditempatkan di Hotel Pacific dimana hidup begitu mudah, segala sesuatu tersedia. Kamar dibersihkan tiap hari, handuk diganti, seprei diganti, istilahnya tinggal tidur-makan-kerja-balik tidur lagi.  

Kali ini, setelah jatah tinggal di hotel sudah habis,saya tentu saja harus cari tempat tinggal. Target saya kali ini adalah kosan. Maklum saya belum menikah dan rasanya mengontrak satu rumah sendirian cukup berlebihan. Banyak referensi kosan yang saya lihat.

Mula-mula saya menolak kosan yang terlalu dekat dengan jalan raya. Selain karena berisik, lebih ga homey juga karena rumah saya yang di Solo tidak ada satupun yang dekat jalan raya. Akhirnya saya menolak join ke kontrakan teman yang berada persis di pinggir jalan raya. 

Kriteria lain adalah dekat dengan tempat makan. Bagi saya, tempat tinggal yang homey adalah yang punya akses mudah buat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Kalau tempat tinggal elite tapi susah cari makan, ya buat apa juga.

Kriteria terpenting lain adalah akses ke kendaraan umum. Hal ini sebenarnya termasuk contingency plan. Bahasa gampangnya, ketika saya malas naik kendaraan pribadi atau kendaraan pribadi sedang tidak bersahabat, saya tidak perlu repot lagi. 

Akhirnya,  seperti halnya kebiasaan Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Semua kriteria yang saya paparkan tidak sepenuhnya saya raih. Kosan saya sekarang tepat di dekat jalan raya dan kadangkala saya mendengar suara kendaraan berseliweran. Namun, saya berkeinginan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan kosan ini. Sedikit demi sedikit, sekarang dia sudah lebih homey, dan saya merasa ruangan berukuran 3×3 meter ini adalah sangkar emas saya. Tempat saya beribadah dan berkarya. Ya, semoga saja saya betah, dan semoga keberadaan saya disini membawa berkah.

So, I finally cheered to imperfection and found my new nest. Di sebuah sudut Balikpapan, dimana orang2 menyebutnya :  Prapatan. :)

I wanted you all to know that I’ve been taking a really hard look at things and come to the conclusion I have to stop kidding myself.
7 years of study, 2 major degrees, 180 credits, plenty of interviews, hundreds of kilometers, and we’re just getting started
— 4 October 2013. Balikpapan